Alkisah di suatu negeri yang jauh
namanya, ada seorang ayah yang sedang ingin menjanjikan pelajaran kehidupan kepada
anaknya. Pelajaran apakah yang akan sang ayah berikan?? Mari lanjutkan
membaca.
Diawali dengan ajakan sang ayah kepada
anaknya untuk ikut berjalan membawa keledai yang dipuya untuk dijual di kota. Mulailah
mereka berjala beriringan sang ayah berjalan menggandeng si keledai dan sang
anak berjalan disampingnya. Tak lama kemudian mereka bersimpangan dengan
seseorang. Orang tersebut berkata “Ayah macam apa kau ini? Tega membiarkan
anaknya berjalan sedangkan ada seekor keledai yang bisa untuk di pergunakan”.
Setelah kejadian itu akhirnya mereka merubah
posisi ketiganya di perjalanan tersebut dengan sang ayah yang menuntun keledai
yang sedang dinaiki anaknya sesuai dengan ucapan orang pertama tadi. Berlanjutlah
perjalanan itu,,, tak lama kemudian mereka berjumpa dengan orang kedua yang
mereka temui diperjalanan. Orang tersebut berkata “Anak tak tahu sopan santun,
tega membiarkan sang ayah yang telah tua renta untuk berjalan sedangkan dirinya
enak duduk diatas keledai dengan enaknya”.
Berhenti sejenak mereka menunda
perjalannya untuk kembali bertukar posisi. Sekarang keduanya yang menunggangi
keledai bersama-sama. Perjalanan dilanjutkan kembali,, diperempatan kembali
mereka bertemu dengan orang ketiga. Orak tersebut berucap “Manusia tak beradab,
seekor keledai yang kecil tega dipaksa untuk berjalan dengan ditunggangi dua
orang dewasa”.
Kembali sang ayah meminta anaknya untuk
berhenti dan merubah lagi posisi mereka. Setelah berfikir cukup lama akhirnya
mereka menentukan pilihan untuk bersama-sama menopang si keledai dan
melanjutkan perjalanan. Kembali mereka berjumpa dengan orang ke empat. Orang itu
tertawa sambil berkata “lihat ada dua orang gila, seekor keledai yang
seharusnya bisa mereka tunggangi malah mereka gendong dan mereka yang berjalan”.
Akhirnya perjalanan pun berakhir dikota
dan si keledai terjual sudah. Tujuan merekapun selesai selanjutnya mereka
melanjutkan perjalan pulang kembali kerumah.
Diperjalanan pulang sang anak merasa
kebingungan, pelajaran yang dijanjikan oleh sang ayah merasa belum diberikan
dan kini mereka sudah dalam perjalanan pulang. Melihat raut wajah sang anak
yang kebingungan, akhirnya sang ayah melontarkan pertanyaan “ Nak sudah dapat
pelajarannya?”. Sang anak kaget dan langsung menjawab “Belum yah, kita haya
bergonta-ganti posisi dengan keledai dan bejala menuju kekota serta mendapatkan
beberapa omongan orang-orang yang kita temui”.
Sang ayah hanya tersenyum “ooh,, begitu
rupanya nak. Biarkan ayah bercerita sebentar sambil kita melanjutkan perjalanan
ya nak. Ingatkah apa ucapan orang pertama, orang kedua, ketiga, keempat
diperjalanan tadi hingga akhirnya kita sampai dan sukses menjual keledai sesuai
dengan tujuan kita”. “Ingat yah, ada yang mengatakan aku anak yang tak sopan,
ada yang bilang ayah orang yang tega, ada yang megatakan kita tak beradab,
bahkan ada yang mengatakan kita orang gila yah” dengan nada tinggi. Kembali sang
ayah menebar senyum lebarnya “Itulah nak yang mau ayah ajarkan terhadapmu, jadi
ketika kita memiliki suatu tujuan, ingatlah akan ada banyak orang dengan sudut
pandangnya yang akan berkomentar ini dan itu. Ketika itu terjadi berjalanlah
lurus jangan risaukan omongan orang, cukup dengarkan yang sekiranya perlu saja.
Kalau tidak kau akan kesusahan seperti yang kita lakukan tadi dengan perubahan
posisi kita dengan keledai”.
salam BLOGGER WALKING.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar