Saluran lain diriku

Rabu, 23 Agustus 2017

KELEDAI


Alkisah di suatu negeri yang jauh namanya, ada seorang ayah yang sedang ingin menjanjikan pelajaran kehidupan kepada anaknya. Pelajaran apakah yang akan sang ayah berikan?? Mari lanjutkan membaca.

Diawali dengan ajakan sang ayah kepada anaknya untuk ikut berjalan membawa keledai yang dipuya untuk dijual di kota. Mulailah mereka berjala beriringan sang ayah berjalan menggandeng si keledai dan sang anak berjalan disampingnya. Tak lama kemudian mereka bersimpangan dengan seseorang. Orang tersebut berkata “Ayah macam apa kau ini? Tega membiarkan anaknya berjalan sedangkan ada seekor keledai yang bisa untuk di pergunakan”.

Setelah kejadian itu akhirnya mereka merubah posisi ketiganya di perjalanan tersebut dengan sang ayah yang menuntun keledai yang sedang dinaiki anaknya sesuai dengan ucapan orang pertama tadi. Berlanjutlah perjalanan itu,,, tak lama kemudian mereka berjumpa dengan orang kedua yang mereka temui diperjalanan. Orang tersebut berkata “Anak tak tahu sopan santun, tega membiarkan sang ayah yang telah tua renta untuk berjalan sedangkan dirinya enak duduk diatas keledai dengan enaknya”.

Berhenti sejenak mereka menunda perjalannya untuk kembali bertukar posisi. Sekarang keduanya yang menunggangi keledai bersama-sama. Perjalanan dilanjutkan kembali,, diperempatan kembali mereka bertemu dengan orang ketiga. Orak tersebut berucap “Manusia tak beradab, seekor keledai yang kecil tega dipaksa untuk berjalan dengan ditunggangi dua orang dewasa”.

Kembali sang ayah meminta anaknya untuk berhenti dan merubah lagi posisi mereka. Setelah berfikir cukup lama akhirnya mereka menentukan pilihan untuk bersama-sama menopang si keledai dan melanjutkan perjalanan. Kembali mereka berjumpa dengan orang ke empat. Orang itu tertawa sambil berkata “lihat ada dua orang gila, seekor keledai yang seharusnya bisa mereka tunggangi malah mereka gendong dan mereka yang berjalan”.

Akhirnya perjalanan pun berakhir dikota dan si keledai terjual sudah. Tujuan merekapun selesai selanjutnya mereka melanjutkan perjalan pulang kembali kerumah.

Diperjalanan pulang sang anak merasa kebingungan, pelajaran yang dijanjikan oleh sang ayah merasa belum diberikan dan kini mereka sudah dalam perjalanan pulang. Melihat raut wajah sang anak yang kebingungan, akhirnya sang ayah melontarkan pertanyaan “ Nak sudah dapat pelajarannya?”. Sang anak kaget dan langsung menjawab “Belum yah, kita haya bergonta-ganti posisi dengan keledai dan bejala menuju kekota serta mendapatkan beberapa omongan orang-orang yang kita temui”.

Sang ayah hanya tersenyum “ooh,, begitu rupanya nak. Biarkan ayah bercerita sebentar sambil kita melanjutkan perjalanan ya nak. Ingatkah apa ucapan orang pertama, orang kedua, ketiga, keempat diperjalanan tadi hingga akhirnya kita sampai dan sukses menjual keledai sesuai dengan tujuan kita”. “Ingat yah, ada yang mengatakan aku anak yang tak sopan, ada yang bilang ayah orang yang tega, ada yang megatakan kita tak beradab, bahkan ada yang mengatakan kita orang gila yah” dengan nada tinggi. Kembali sang ayah menebar senyum lebarnya “Itulah nak yang mau ayah ajarkan terhadapmu, jadi ketika kita memiliki suatu tujuan, ingatlah akan ada banyak orang dengan sudut pandangnya yang akan berkomentar ini dan itu. Ketika itu terjadi berjalanlah lurus jangan risaukan omongan orang, cukup dengarkan yang sekiranya perlu saja. Kalau tidak kau akan kesusahan seperti yang kita lakukan tadi dengan perubahan posisi kita dengan keledai”.


salam BLOGGER WALKING.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar